0 Poin
vaksin

WHO: Belum Ada Bukti Kuat Vaksin Dosis Keempat Bermanfaat

Karena dosis vaksin COVID-19 keempat telah mulai diluncurkan di lebih banyak negara, masih ada keraguan apakah suntikan ini benar diperlukan atau tidak. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih skeptis tentang rekomendasi vaksin dosis keempat.

Dosis keempat dimaksudkan untuk memperluas perlindungan yang diberikan oleh vaksin COVID-19. Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) telah mengizinkannya untuk orang berusia 50 tahun ke atas dan orang yang mengalami gangguan kekebalan. 

Tetapi banyak yang bertanya-tanya apakah dosis keempat juga akan diluncurkan ke masyarakat umum.

Pada bulan Oktober lalu, Centers for Disease Control and Protection (CDC) mengeluarkan panduan baru tentang bagaimana orang tua dan penderita gangguan kekebalan harus tetap terlindungi di tengah pandemi yang sedang berlangsung. 

Badan kesehatan masyarakat mengutip data kemanjuran vaksin dalam berbagai penelitian untuk mendukung rekomendasi dosis keempatnya.

Meskipun CDC merekomendasikan dosis keempat untuk orang berusia 50 dan lebih tua, itu tidak memberikan sinyal untuk diberikan pada orang dewasa yang sehat karena tidak adanya strategi kesehatan yang lebih solid di tengah munculnya varian SARS-CoV-2 yang lebih baru dan yang lainnya. .

Sebuah studi dari Israel yang diterbitkan pada bulan April melaporkan bahwa meskipun dosis keempat vaksin Pfizer dapat menawarkan perlindungan terhadap COVID-19 yang parah, itu tidak cukup untuk bertahan dalam jangka panjang. 

Tim menemukan bahwa suntikan vaksin keempat melindungi terhadap penyakit serius selama setidaknya enam minggu dan terhadap infeksi selama setidaknya empat minggu.

Karena tidak ada bukti yang jelas tentang kemanjuran dosis keempat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ragu-ragu untuk mendukungnya. 

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan bahkan mengatakan “tidak ada bukti yang baik pada saat ini” bahwa booster tambahan akan bermanfaat.

“Apa yang kami ketahui dari imunologi adalah jika Anda memberikan booster lain, Anda akan melihat peningkatan sementara pada antibodi penetralisir. Tetapi apa yang juga kami lihat adalah bahwa antibodi penetralisir ini akan berkurang cukup cepat, ”tambah Swaminathan.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok