0 Poin
efek negatif obat penurun berat badan

Waspada Efek Negatif dari Obat Penurun Berat Badan

Banyak orang yang tertarik untuk menurunkan berat badan secara instan, salah satunya dengan menggunakan obat penurun berat badan. Padahal, ada efek negatif obat penurun berat badan yang mengintai Anda.

Temuan ini berawal ketika para peneliti menemukan bahwa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2, juga berkontribusi terhadap penurunan berat badan. Akibatnya, obat-obatan tersebut menjadi pilihan pengobatan yang populer untuk obesitas.

Disebut GLP-1 Ras, obat ini diberikan sebagai suntikan harian atau mingguan. Obat tersebut membantu tubuh memproduksi insulin dan menurunkan kadar gula darah. Obat tersebut disetujui untuk digunakan pada pasien diabetes tipe 2 pada tahun 2005 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

"Saya meresepkan obat ini 10 kali sehari," kata Dr. Amanda Velazquez, Direktur Pengobatan Obesitas di Cedars-Sinai Medical Center. "Obesitas adalah penyakit kambuhan kronis." Velazquez menambahkan efek penurunan berat badan dari obat berhenti setelah obat tidak digunakan.

Sebuah studi terbaru dari University of Montpellier yang diterbitkan dalam Diabetes Care menemukan hubungan antara penggunaan obat ini dalam jangka panjang dan kemungkinan berkembangnya kanker tiroid

Orang-orang yang menggunakan obat-obatan penurun berat badan selama 1-3 tahun, 58% lebih mungkin terkena kanker tiroid, demikian temuan studi tersebut. Selain itu, risiko kanker tiroid meduler, bentuk penyakit yang langka, bahkan lebih tinggi.

"Temuan yang lebih baru memberikan data tambahan yang menarik untuk diskusi klinis ini, meskipun mereka tidak cukup independen untuk menetapkan standar baru untuk skrining," kata Dr. Erik K. Alexander, Kepala Bagian Tiroid di Divisi Endokrinologi, Diabetes, dan Hipertensi di Rumah Sakit Brigham. 

"Obat ini hanya boleh digunakan ketika manfaat pengobatan lebih besar daripada risiko yang diketahui atau diduga, dan penilaian ini harus terus dipertimbangkan oleh setiap pasien dengan dokter mereka secara teratur," tambahnya.

Saat ini, pasien yang menggunakan obat ini diminta setiap 3-4 bulan untuk tes hati, diabetes, ginjal, kolesterol dan elektrolit. Pengujian tiroid bukan bagian dari daftar itu.

"Data tentang kanker tiroid tentu membuat saya terdiam," kata Dr. Heather Sateia, Asisten Profesor Kedokteran di Rumah Sakit Johns Hopkins. "Saat ini tidak ada rekomendasi untuk USG tiroid atau pemantauan kalsitonin serum, tetapi kami mengawasi perubahan dalam rekomendasi tersebut. Saya menduga kita akan segera melihat perubahan dalam hal ini."

Berikut adalah informasi mengenai efek negatif obat penurun berat badan jika dikonsumsi secara rutin.

YesDok menyediakan dokter profesional yang memungkinkan Anda berkonsultasi dari mana saja dan kapan saja. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok