0 Poin
Vaksin mRNA

Tidak Ada Efek Serius Dari Vaksin Jenis mRNA

Menurut sebuah penelitian, tidak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan dari vaksin MRNa. Dalam studi tersebut, tim peneliti menggabungkan catatan kesehatan dari 6,2 juta pasien dan mereka tidak menemukan efek kesehatan serius dari vaksin Covid-19 jenis Pfizer-BioNTech dan Moderna mRNA.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA tersebut menunjukkan vaksin mRNA Covid-19 tidak terkait dengan tingkat 23 efek samping serius yang lebih tinggi secara signifikan.

"Hasil dari pengawasan keamanan kami meyakinkan, dunia mengandalkan vaksin yang aman dan efektif untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Vaccine Safety Datalink (VSD) sangat cocok untuk melakukan pengawasan penting ini dan kami akan terus memantau keamanan semua vaksin yang melindungi terhadap Covid- 19," kata kata penulis utama penelitian, Nicola Klein.

VSD sendiri adalah kolaborasi berkelanjutan antara rencana kesehatan AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sementara itu hasil dari studi ini melaporkan temuan dari pertengahan Desember 2020 hingga 26 Juni 2021.

Analisis tersebut membandingkan kejadian kesehatan spesifik di antara semua orang yang divaksinasi mRNA Covid-19 selama 3 minggu pertama setelah inokulasi dengan kejadian kesehatan pada pasien selama 3 hingga 6 minggu setelah vaksinasi mRNA.

Jumlah total orang yang dievaluasi adalah 6,2 juta untuk dosis pertama vaksin mRNA dan 5,7 juta untuk dosis kedua.

Para peneliti memeriksa 23 efek kesehatan yang potensial akan terjadi, hal tersebut dipilih karena efek tersebut telah dimasukkan dalam studi vaksin sebelumnya dan menjadi perhatian khusus sebagai efek akibat vaksin Covid-19.

Efek samping yang diteliti diantaranya adalah gangguan neurologis seperti ensefalitis dan mielitis, kejang, dan sindrom Guillain-Barre, masalah kardiovaskular seperti infark miokard akut, stroke, dan emboli paru dan lainnya seperti radang usus buntu, anafilaksis, dan sindrom inflamasi multisistem.

Rekam medis pasien diteliti secara elektronik dan analis melakukan tinjauan grafik dari hasil kesehatan tertentu untuk memverifikasi masalah medis dan untuk menilai apakah itu dimulai sebelum atau setelah vaksinasi.

Studi tersebut berhasil mengidentifikasi 34 kasus pada pasien berusia 12 hingga 39 tahun dimana 85 persen dari mereka adalah laki-laki dan 82 persen dirawat di rumah sakit untuk rata-rata 1 hari), dan hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semuanya pulih pada saat tinjauan grafik dilakukan. 

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok