0 Poin
Kedelai

Tempe vs Tofu, Mana yang Lebih Baik?

Begitu banyak alasan untuk beralih ke pola makan nabati. Makan lebih sedikit daging tidak hanya dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, tetapi juga lebih baik bagi planet ini karena produksi daging menggunakan bagian yang tidak proporsional dari sumber daya dunia yaitu hewani.

Ada banyak pengganti daging dan protein nabati di supermarket saat ini, dan beberapa lebih baik untuk itu. Dua di antaranya: tofu dan tempe, yang sering membuat bingung orang karena sama-sama terbuat dari kedelai. Berikut perbedaan antara kedua produk tersebut.

1. Tofu

Tofu sebenarnya adalah susu kedelai yang digumpalkan dan dihancurkan menjadi potongan balok. Mirip dengan cara pembuatan keju, susu kedelai dipanaskan, yang memisahkan padatan dari cairan, dan kemudian koagulan digunakan untuk mengikat dadih.

Kebanyakan tofu pada dasarnya diperkaya dengan kalsium sulfat yang berasal dari koagulan. Tofu adalah sumber protein yang hebat, protein lengkap, dan tinggi lisin, asam amino esensial yang dapat berkurang dalam pola makan vegan dan vegetarian," kata seorang ahli diet Abby Cannon.

Menurut Kementerian Pertanian Amerika (USDA), 100 gram tofu memiliki 94 kalori, 9,4 g protein. Tofu juga tidak mengandung gula, serta memiliki 176 g kalsium yang merupakan lebih dari 17% dari yang Anda butuhkan dalam sehari.

2. Tempe

Tempe juga merupakan balok yang bisa diiris dan dimasak, tapi itu terbuat dari biji olahan kedelai, bukan susu kedelai.

Perbedaan jelasnya secara nutrisi: Kedelai difermentasi sebelum diperas. "Fermentasi tersebut proses ketika bakteri dan ragi digunakan untuk memecah karbohidrat yang secara alami ada dalam makanan," kata Cannon. Tempe tergolong makanan probiotik, di samping yogurt tertentu dan makanan fermentasi lainnya seperti kimchi, 100 g tempe mengandung 195 kalori dan 20 g protein. Bahkan pada tempe organik tidak terdapat kandungan gula dan natrium.

Jadi mana yang lebih baik, tofu atau tempe?

Cannon menyarankan agar Anda mengonsumsi salah satu atau keduanya 2-3 kali dalam seminggu daripada memperdebatkan mana kandungan yang terbaik. Apa pun yang dipilih, carilah produk kedelai organik.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok