0 Poin

#otak

Artikel Terbaru

Studi Ilmu Saraf, Membaca Menguatkan Kemampuan Otak

Kita semua tahu bahwa membaca dapat meningkatkan kosa kata kita, memperluas perspektif, memperkenalkan pada ide-ide baru dan meningkatkan kepercayaan diri. Menurut studi ilmu saraf, membaca tidak hanya mengisi otak kita dengan informasi tetapi juga membuatnya bekerja lebih baik. Membaca obsesif dapat mengubah cara otak kita berpikir dan memproses sesuatu dengan cara yang lebih baik.

Dapatkah Aktivitas Fisik Rutin Bisa Menurunkan Risiko Alzheimer?

Menurut sebuah artikel yang dilansir oleh Medical News Today, sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang berolahraga secara teratur memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit Alzheimer dan Demensia.

Konsumsi Ini untuk Kesehatan Otak Anda

Nutrisi yang terkandung dalam makanan sangat baik untuk kesehatan tubuh, termasuk kesehatan otak. Otak merupakan salah satu organ vital yang dimiliki oleh tubuh. Otak bertanggung jawab atas banyak hal, yakni detak jantung, melepas hormon, dan mengatur tekanan darah.

Hati-hati, Stres Bisa Merusak Otak

Sebagian besar orang tentu pernah mengalami stres. Stres dapat disebabkan banyak faktor dan berpengaruh pada hidup manusia dari berbagai segi. Stres dapat menyebabkan masalah tidur, perubahan suasana hati hingga studi terbaru menyebutkan bahwa stres merusak otak.

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Cerebral Palsy?

Cerebral palsy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian kondisi neurologis yang memengaruhi gerakan. Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk menggerakkan bagian tubuh tertentu. Ada banyak tingkat keparahan bagi seseorang yang mengalami cerebral palsy.

Gangguan Pendengaran yang Tidak Diobati Tingkatkan Risiko Penurunan Kesehatan Otak

Masalah pendengaran kerap kali dialami oleh mereka yang berusia lanjut. Masalah ini bisa bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu, apalagi jika tidak kunjung mendapatkan pengobatan.

Perubahan Pola Makan dan Berolahraga Bisa Bantu Atasi Masalah Kabut Otak

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak masalah, terutama pada kondisi kesehatan. Berbagai penyakit bisa terpicu apabila terjangkit COVID-19, salah satunya adalah brain fog atau kabut otak.

5 Cara Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Perkembangan otak manusia adalah proses yang berkepanjangan yang dimulai selama kehamilan dan berlanjut hingga remaja. Setelah lahir, prosesnya semakin cepat, dan otak berkembang pesat hingga usia 3 tahun.

Kenali Gejala Gangguan Saraf pada Covid-19

Berdasarkan beberapa penelitian, infeksi virus corona tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tapi juga dapat berdampak negatif terhadap saraf dan otak. 

Studi: Terlalu Banyak Minum Kopi Memberikan Efek Merugikan ke Otak

Banyak orang yang mengkonsumsi kopi untuk menemani aktivitas hariannya. Namun sebuah studi baru menemukan bahwa minum terlalu banyak kopi dapat memiliki efek yang merugikan pada otak.

5 Tanda Peringatan Dini Demensia

Kelupaan ringan adalah normal di antara orang-orang dari semua kelompok umur. Kita semua memiliki hari-hari ketika kita tidak dapat menemukan dompet atau kunci mobil kita atau tidak dapat mengingat nama mantan rekan kerja yang tiba-tiba kita temui setelah bertahun-tahun.

Mengenal Brain Fog, Kondisi yang Membuat Sulit Berkonsentrasi

Ketika seseorang mengalami brain fog atau kabut otak akibat rasa cemas yang berlebihan, umumnya mereka akan menderita kesulitan dalam berkonsentrasi melakukan aktivitas keseharian dan berpikir jernih.

Kenali Komplikasi yang Menyertai Tumor Otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel di otak yang berkembang biak dengan cara yang tidak normal dan tidak terkendali. Ini bisa bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak).

Terlalu Banyak Menonton TV Memengaruhi Kesehatan Otak

Menyaksikan siaran televisi untuk menikmati waktu bersama keluarga mungkin menyenangkan. Tapi semakin banyak waktu menonton televisi di usia 40-an, 50-an, dan 60-an, maka semakin besar risiko masalah kesehatan otak.

Ini Bahayanya Bagi Otak Jika Anda Banyak Konsumsi Gula

Jutaan muslim dunia kini merayakan bulan suci Ramadan. Pada bulan ini identik dengan makan-makanan yang manis dan menggoda. Sebagaimana kita tahu makanan manis dikaitkan dengan masalah kesehatan yang berarti dalam jangka panjang.
 
Gula adalah bahan bakar utamanya. Otak kita menjalankan glukosa, glukosa menjadi bahan bakar sel-sel kita, termasuk sel-sel otak.
 
Ketika kadar glukosa dalam darah rendah, kabut otak bisa muncul, Anda bisa jadi meraba-raba kata-kata hingga memilih tidur sebentar. Namun, ketika ada terlalu banyak gula dalam sistem, itu dapat memicu beberapa hal yang juga sangat buruk di tubuh dan otak Anda.
 
"Saat gula menyentuh lidah, ia mengaktifkan indera perasa tertentu yang mengirimkan sinyal ke otak, termasuk korteks serebral," kata seorang ahli saraf, Nicole Avena. Sinyal tersebut mengaktifkan sistem penghargaan otak; dopamin (zat kimia otak yang membuat Anda merasa nyaman bahkan ingin mengulanginya).
 
Makan banyak gula akan terus terasa bermanfaat karena tingkat dopamin tidak seimbang, seperti yang terjadi saat mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Jadi gula bertindak seperti obat dalam sistem kita itulah sebabnya orang kecanduan makanan manis.

Cara Efektif Meningkatkan Konsentrasi

Berkonsentrasi dalam suatu hal terutama pada pekerjaan bisa menjadi sulit dan kita secara tidak sadar dapat gampang terdistraksi.

Waktu Terbaik Untuk Otak Agar Lebih Produktif

Seperti tubuh yang bekerja salama 24 jam, kondisi otak pun memiliki ritme kerja dan dapat berubah sewaktu-waktu. Otak dapat bekerja dengan baik saat Anda memiliki waktu istirahat yang cukup dan tepat. Memanfaatkan waktu terbaik bagi otak Anda bisa membuat lebih produktif dalam bekerja. Banyak yang beranggapan bahwa waktu terbaik untuk otak bekerja adalah pagi hari. Benarkah demikian?

6 Mitos Terkait Kebotakan yang Dibantah Ahli

Banyak sekali mitos yang beredar tentang apa yang menyebabkan rambut rontok. Mitos ini jelas berpotensi menyesatkan bagi mereka yang memang tengah mencari solusi mengatasi rambut rontok.

Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

Kebanyakan orang sering melupakan sesuatu terutama pada hal-hal kecil seperti lupa nama kenalan baru atau lupa meletakkan kunci.

Mengenal Kasus Cerebral Palsy pada Anak

Cerebral palsy merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan kondisi neurologis yang memengaruhi gerakan. Kondisi ini membuat bagian tubuh yang terserang akan kesulitan untuk bergerak. Namun, ini semua bergantung pada seberapa besar derajat keparahannya.

Muat Lebih

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok