0 Poin

#gejalacovid19

Artikel Terbaru

Varian Baru Covid-19 Deltacron, Apa Saja Gejalanya?

Baru-baru ini WHO mengumumkan kemunculan varian Covid-19 yang baru yakni deltacron. Dari namanya, varian baru Covid-19 ini merupakan kombinasi dari gabungan mutasi antara varian Delta dan Omicron. Lalu apa saja gejalanya?

Gejala Khas Omicron yang Hanya Muncul di Malam Hari

Belum usai perjuangan melawan Covid-19, virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut telah bermutasi kembali. Mutasi virus corona terbaru adalah Omicron. Omicron menjadi mutasi virus yang diperhatikan banyak negara. Bagaimana tidak, varian virus Omicron menyebar dalam cepat ke 49 negara dengan jumlah 1.370 kasus per 8 Desember 2021.

Gejala Omicron Berbeda Dengan Varian Covid-19 Sebelumnya

Virus corona kembali bermutasi dan memunculkan varian baru yang disebut dengan Omicron. Omicron atau virus varian B.1.1.529 ini pertama kali ditemukan di benua Afrika pada akhir November lalu dan mulai terdeteksi di beberapa negara. WHO sendiri telah mengumumkan varian baru Omicron sebagai Variant of Concern.

Penelitian: Pasien Covid-19 Yang Dirawat Masih Mengalami Gejala Selama Setahun

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, ada sekitar setengah dari 1276 orang yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi virus Covid-19 mengalami setidaknya satu gejala persisten hingga 12 bulan setelah infeksi.

Garis Waktu Covid-19, Mulai dari Virus Terhirup Hingga Sembuh

Virus corona masih menjadi masalah kesehatan di beberapa negara. Meski vaksinasi tengah digalakkan, tidak dapat dipungkiri jika angka terpapar positif corona hingga kini masih bertambah. Data per 9 juli 2021 dari Satgas, total kasus Covid-19 di Indonesia adalah 2.455.912 orang. Dengan total angka sembuh sejumlah 2.023.548 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 64.631 orang.

Bedanya Batuk Biasa dengan Batuk Gejala Covid-19

Virus corona menyerang sistem pernapasan. Gejala virus ini ditandai dengan flu, batuk, demam, hingga sesak napas. Menurut WHO, batuk menjadi gejala utama dari virus corona. Sebanyak 67,7% penderita Covid-19 terbukti memiliki gejala batuk kering. Gejala yang harus diwaspadai karena seperti gejala umum. Untuk itu, Anda harus mengetahui perbedaan gejala dari batuk biasa dengan batuk yang diakibatkan terinfeksi covid-19.

Hilangnya Indera Penciuman dan Perasa Bisa Menjadi Gejala Awal COVID-19

Secara umum, COVID-19 menyebabkan gejala-gejala yang berkaitan dengan flu seperti batuk-batuk yang disertai dengan kelelahan namun tanda awal COVID-19 juga bisa berupa kehilangan rasa dan bau. 

Covid Tongue, Gejala COVID-19 Baru yang Menyerang Lidah

Sudah hampir satu tahun lamanya kita bergulat dengan COVID-19. Ada banyak sekali informasi seputar COVID-19 yang beredar, termasuk mengenai gejala COVID-19. COVID-19 memiliki gejala yang terkadang masih sulit dikenali, karena hampir menyerupai influenza. Namun, beberapa gejala spesifik juga mencirikan bahwa seseorang menderita penyakit ini.

Apa itu Anosmia?

Anosmia adalah kondisi hilangnya fungsi indera penciuman. Ini biasanya terjadi akibat cedera kepala, masalah dengan saluran hidung, atau infeksi virus yang parah pada saluran pernapasan bagian atas. Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa orang terlahir tanpa indera penciuman, dokter menyebut kondisi ini sebagai anosmia bawaan.

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok