0 Poin
long covid

SWAB SUDAH NEGATIF TAPI MASIH BERGEJALA COVID-19, KENAPA?

Disaat kondisi semakin terus bertambah jumlah penderita COVID-19 baik di seluruh dunia dan indonesia, saat ini mulai bermunculan bagaimana dampak dan kondisi pasca seseorang menderita COVID-19.

Banyak yang mengeluhkan masih adanya gejala atau kondisi seperti yang dialami saat dinyatakan COVID-19 positif, walaupun pasca isolasi dan sudah swab PCR ulang dan hasil sudah negatif.

Kondisi tersebut disebut dengan istilah Post Acute COVID-19 Syndrome (Long COVID), kondisi dimana gejala COVID-19 memanjang lebih dari 3 minggu dari awal pertama gejala sekalipun hasil swab pcr sudah negatif. Bahkan ada yang sampai memanjang hingga 12 minggu. 

Dari studi yang dilaporkan di UK, didapatkan 10 % keseluruhan penderita COVID-19 mengalami kondisi ini. Dilaporkan juga di amerika 65% penderita COVID-19 baru kembali fit setelah 14-21 hari. 

Banyak dipertanyakan apa saja yang bisa menyebabkan kondisi tersebut dan mengapa hanya terjadi pada sebagian orang. Dari dugaan yang ada, kenapa bisa terjadi pada sebagian orang sebagai berikut:

1. Respon antibodi kurang optimal

2. Reinfeksi

3. Proses peradangan dan reaksi imun

4. Proses pemulihan perlu waktu lebih 

5. Faktor mental (post traumatic stress)

Kondisi post acute COVID-19 syndrome dilaporkan berpengaruh pada beberapa sistem tubuh. Berikut sistem tubuh yang bisa terpengaruh:

- sistem pernafasan jangka panjang

- sistem tulang dan otot

- sistem saraf dan mental

Penting sekali mengetahui potensi-potensi gejala apa yang bisa muncul pada kondisi ini, terutama bagi anda yang mungkin saat ini sedang melakukan isolasi. Berikut gejala yang bisa muncul:

  • Batuk 
  • Demam subfebris
  • Rasa kelelahan berlebih
  • Sesak nafas 
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Gangguan neurokognitif
  • Nyeri dan lemah otot
  • Gangguan saluran cerna
  • Kulit kemerahan
  • Gangguan metabolik (diabetes tak terkontrol)
  • Tromboemboli
  • Depresi dan kondisi mental lainnya. 

pada kelainan kulit bisa beragam bentuk termasuk lesi vesikuler, makulopapular, urtikaria, atau chilblain pada ekstremitas (disebut covid toe).

Jika ada dari anda mengalami kondisi diatas pasca sudah dinyatakan hasil swab PCR COVID-19 negatif, jangan ragu segera konsultasikan kondisi anda dengan dokter YesDok. 

Sumber: British Medical Journal "Management of post-acute covid-19 in primary care" 

 

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok