0 Poin

Studi: Kenapa Tenggorokan Bermasalah saat Berlari di Udara Dingin?

Musim dingin atau penghujan bukanlah sahabat yang tepat bagi Anda yang gemar berolahraga luar ruangan seperti lari misalnya. Selalu ada saja masalah yang melanda tenggorokan akibat cuaca dingin dan tentu amat mengganggu Anda. Lantas apakah ini hal yang lumrah?

"Sistem pernapasan dimulai di hidung, dan peran hidung adalah untuk menghangatkan, menyaring, dan melembabkan udara yang masuk, yang memfasilitasi perjalanan oksigen ke bagian terdalam paru-paru," kata seorang dokter klinik di Florida Gustavo Ferrer sebagaimana dilansir Runners World. Ketika berlari umumnya bernapas melalui mulut, proses ini melompati peran hidung, karenanya udara dingin mudah menyebabkan tenggorokan kering.

“Udara yang dingin dan kering menyentuh lapisan mukosa, dan menghilangkan fungsi kelembaban yang berharga,” jelas dokter spesialis osteopati di New York, Naresh Rao. Efek pengeringan pada mukosa menghancurkan penghalang perlindungan bagi sel-sel yang melapisi saluran pernapasan yang memicu respons rasa sakit pada saraf.
 
Di dalam hidung Anda terdapat pembuluh darah kecil yang menghangatkan hidung dan sel-sel kecil yang disebut silia, perannya memerangkap partikel di udara seperti debu dan asap. Bernafas melalui mulut mencegah udara dingin menjadi panas, yang mengering melalui jaringan, lanjut Ferrer menjelaskan. Selain itu, tenggorokan Anda tidak dirancang untuk menjebak polutan yang dapat menyebabkan semua jenis penyakit.

“Udara dingin ditambah partikel-partikel dapat menyebabkan iritasi parah, sakit tenggorokan, dan meningkatkan sekresi diikuti oleh pilek, membuat pernapasan Anda menjadi sulit terutama saat berlari,” kaya Ferrer.

Sistem pernapasan Anda membutuhkan faktor kelembaban sekitar 40 persen untuk menjalankan fungsinya dengan baik, tetapi itu bukan berarti Anda tidak boleh berlari jika kondisinya lebih kering dari itu. Berlari dengan jarak yang jauh berisiko terkena iritasi tenggorokan parah yang bisa memfasilitasi penetrasi virus, bakteri.

Anda tidak dapat mengharapkan cuaca baik setiap saat, namun Anda dapat mengontrol bagaimana Anda lebih siap menghadapi kondisi buruk itu. Ferrer mengingatkan agar Anda berpakaian yang cukup hangat dan bernapas tidak hanya melalui mulut, tap juga hidung. Dengan ini membantu menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk.

“Berlarilah dengan kecepatan yang lebih lambat dan durasi yang agak singkat agar pernapasan Anda mudah beradaptasi meski cuaca dingin,” Ferrer menambahkan. 

(Foto: active.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok