0 Poin
Sesak napas

Sesak Napas Saat Berbaring, Apa Sebabnya?

Sesak napas merupakan kondisi di mana Anda mengalami kesulitan atau bahkan ketidaknyamanan saat bernapas. Seseorang mungkin merasakan sesak di dada atau merasa seolah-olah tak mendapatkan cukup udara untuk bernapas. Istilah medis untuk sesak napas adalah dispnea, dan penyebab paling umum dari kondisi ini termasuk gagal jantung kongestif, obesitas, masalah pernapasan, gangguan cemas, dan baru-baru ini infeksi COVID-19.

Saat tengah berbaring, seseorang kadang juga mengalami kesulitan untuk bernapas. Istilah medis untuk kondisi ini adalah ortopnea. Orang yang kerap mengalami hal ini mungkin membutuhkan bantal tambahan untuk lebih menyangga kepalanya saat berbaring.

Ada beberapa kemungkinan penyebab ortopnea, misalnya kelebihan berat badan atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasari, seperti gagal jantung. Dalam beberapa kasus, perasaan sesak bisa membangunkan orang tersebut secara tiba-tiba.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab sesak napas saat berbaring:

Gagal jantung

Salah satu penyebab ortopnea yang paling umum adalah gagal jantung. Saat seseorang mengalami gagal jantung, jantung tidak dapat lagi memompa darah ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya. Tekanan di jantung pun meningkat, yang kemudian bisa menyebabkan cairan kembali ke paru-paru, perut, atau kaki.

Gagal jantung dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, kaki bengkak, dan dalam beberapa kasus, batuk. Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki dan menaiki tangga juga bisa menjadi lebih sulit.

Obesitas

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas mungkin juga akan mengalami kesulitan bernapas saat berbaring, karena efek tekanan dari lemak pada perut. Melakukan diet sehat dan olahraga teratur sangat dianjurkan, untuk menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh.

Gangguan cemas dan serangan panik

Serangan panik dan gangguan kecemasan bisa datang kapan saja dan sangat menakutkan. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, termasuk saat seseorang yang mengalaminya sedang berbaring.

Orang-orang cenderung menggambarkan serangan panik dan cemas ini sebagai serangan tiba-tiba dari rasa takut atau ketidaknyamanan yang intens yang mencapai puncaknya dalam beberapa menit.

(Foto: medicalnewstoday.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok