0 Poin
Anak main game

Pentingnya Peran Orang Tua Membatasi Durasi Bermain Video Game pada Anak

Gangguan game adalah frasa yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggambarkan apa yang pada dasarnya adalah kecanduan video dan game online yang tidak terkendali terutama di kalangan anak muda. 

Pada tahun 2018, WHO memikirkan dengan cukup serius tentang gangguan permainan untuk memasukkannya ke dalam Revisi ke-11 dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11).

WHO mengatakan dimasukkannya gangguan permainan di ICD-11 akan menghasilkan peningkatan perhatian profesional kesehatan terhadap risiko perkembangan gangguan ini dan tindakan pencegahan dan pengobatan yang relevan.

Polling Nasional Rumah Sakit Anak C.S. Mott tentang Kesehatan Anak-anak mengatakan 86 persen orang tua setuju remaja menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain game. 

Para orang tua juga mengakui bahwa game seringkali menghalangi aspek-aspek lain kehidupan remaja mereka. Game yang berlebihan mengganggu aktivitas dan interaksi keluarga (46 persen), tidur (44 persen), pekerjaan rumah (34 persen), persahabatan dengan teman non-game (33 persen), dan aktivitas ekstrakurikuler (31 persen).

Jajak pendapat tersebut menunjukkan dua kali lebih banyak orang tua yang mengatakan bahwa remaja laki-laki mereka bermain video game setiap hari dibandingkan dengan orang tua dari remaja perempuan. 

Remaja laki-laki juga cenderung menghabiskan tiga jam atau lebih bermain game setiap hari. Orang tua menggunakan strategi berbeda untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak remaja mereka untuk bermain game. 

Metode ini termasuk mendorong aktivitas lain (75 persen), menetapkan batas waktu (54 persen), memberikan insentif untuk membatasi bermain game (23 persen) dan, tentu saja, menyembunyikan perangkat game (14%).

"Meskipun banyak orang tua percaya bahwa video game bisa baik untuk remaja, mereka juga melaporkan sejumlah dampak negatif dari bermain game yang berkepanjangan," kata Dr. Gary Freed, co-director pediatrician Mott poll.

"Orang tua harus mencermati perilaku bermain anak remaja mereka dan menetapkan batasan yang wajar untuk mengurangi dampak berbahaya pada tidur, hubungan keluarga dan teman sebaya, serta kinerja sekolah."

Namun, membatasi waktu bermain remaja adalah tantangan yang berat. Jajak pendapat menunjukkan di antara orang tua dari para pemain harian, 54 persen melaporkan bahwa anak remaja mereka bermain tiga jam atau lebih dalam sehari. 

Ini dibandingkan dengan hanya 13 persen remaja yang tidak bermain setiap hari. Hanya 13 persen dari orang tua ini yang percaya bahwa remaja mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain game daripada yang lain. 

Tujuh puluh delapan persen percaya bahwa permainan anak remaja mereka kurang dari atau hampir sama dengan teman-teman mereka.

"Banyak orang tua dari gamer yang sering memiliki kesalahpahaman bahwa jumlah waktu yang dihabiskan remaja mereka untuk bermain video game sejalan dengan teman-teman mereka," menurut Dr. Freed.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok