0 Poin

Penelitian Terbaru: Brokoli Bisa Cegah Kanker

Banyak makanan yang dipercaya mampu mencegah kanker, mengobati kanker, atau malah menyebabkan kanker. Ini membuat kita menjadi sulit untuk benar-benar memastikan, makanan apa yang aman untuk dimakan?

Namun, sebuah penelitian terbaru dari Harvard Medical School membawa angin segar untuk masalah ini. Brokoli dan sayuran serupa lainnya ditemukan dapat dengan baik mengurangi risiko beberapa jenis kanker menurut penelitian yang diterbitkan dalam Science, salah satu jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia. Penelitian ini mengatakan bahwa  senyawa yang ditemukan dalam brokoli dan sayuran sejenisnya mungkin memiliki potensi dalam mencegah dan mungkin mengobati jenis kanker tertentu.

Banyak kanker menunjukkan tingkat protein yang tidak aktif atau rendah yang disebut penekan tumor. Penekan tumor ini melakukan hal persis seperti namanya. Ketika diaktifkan, mereka menghentikan atau membatasi kemampuan terbentuknya sel kanker. Ketika dinonaktifkan, mereka membuat sel-sel lebih rentan menjadi kanker.

Salah satu penekan tumor yang paling penting adalah protein yang disebut PTEN. Banyak kanker pada manusia diketahui menunjukkan tingkat PTEN yang rendah dan peneliti ingin mengetahui apakah ada cara untuk mengembalikan fungsi pelindung PTEN.  Mereka menemukan protein lain yang disebut WWP1, sebuah enzim yang menghentikan PTEN untuk bisa berfungsi dengan baik dan berusaha untuk melihat apakah ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan WWP1.

Ketika mencari senyawa yang dapat melumpuhkan WWP1, mereka menemukan indole-3-carbinol (I3C), senyawa yang ditemukan dalam brokoli dan sayuran serupa lainnya seperti kembang kol, kangkung, sawi hijau dan tauge brussel. Peneliti memberikan senyawa ini kepada tikus yang direkayasa secara genetis untuk memiliki kecenderungan terkena kanker dan menemukan bahwa ia mampu memulihkan kekuatan penekan kanker PTEN dengan menghentikan kerja WWP1.

Sejauh ini, I3C baru diuji pada tikus. Namun, para peneliti menjadi optimis dan bersemangat tentang potensi temuan mereka dan mereka berharap bahwa penemuan ini pada akhirnya dapat digunakan untuk mencari tahu cara menghidupkan kembali PTEN dalam sel kanker di tubuh manusia yang telah kehilangan fungsi.

Akan tetapi, jika hasil untuk tikus benar dapat bekerja pada manusia, untuk mendapatkan dosis setara I3C Anda harus makan enam pon brokoli mentah setiap hari. Ini tentunya akan mendatangkan efek samping lain terutama pada pencernaan Anda. Akan tetapi, penemuan ini tetap saja menjadi langkah baru yang harus diapresiasi dalam penanganan kasus kanker.

(Foto: kirbiecravings.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok