0 Poin
Sperma

Pembekuan Sel Telur, Peluang Baru untuk Hamil

Dalam dua dekade terakhir, jumlah wanita hamil di usia 20-an menurun. Semakin banyak wanita sekarang memilih untuk memiliki bayi di kemudian hari, karena alasan yang berbeda seperti karir misalnya.

Pola persalinan berubah, tetapi realitas biologis kesuburan tetap sama. Hamil di usia muda lebih mudah dibandingkan dengan usia akhir 30-an. Hal itu karena angka kesuburan menurun seiring bertambahnya usia.

Di sinilah pembekuan sel telur berperan, yaitu prosedur medis yang dapat membantu wanita hamil di kemudian hari. Pengambilan sel telur wanita dari rahim kemudian dibekukan dan disimpan di laboratorium.

 
Apa itu pembekuan telur?

Pembekuan sel telur merupakan cara pengawetan sel telur seorang wanita yang mana nantinya bisa membantunya hamil. Metode ini yang digunakan untuk menyelamatkan kemampuan wanita untuk hamil. Telur diambil dari ovarium wanita dan dibekukan tanpa dibuahi dan disimpan untuk digunakan nanti. Sel telur yang dibekukan tersebut kemudian digabungkan dengan sperma di laboratorium dan ditanamkan ke dalam rahim melalui fertilisasi in-vitro.

Mengapa itu penting?

Seperti kita ketahui bersama bahwa wanita dilahirkan dengan satu set telur yang tetap. Jumlah telur terus menurun seiring bertambahnya usia. Pada saat lahir, ada sekitar 1 juta telur, tetapi pada saat seorang gadis mencapai masa pubertas hanya tersisa sekitar 300.000 telur. Dari semua hanya 300 hingga 400 yang mengalami ovulasi selama masa reproduksi wanita.

 
Pembekuan sel telur adalah cara untuk memastikan peluang kehamilan di kemudian hari. Pembekuan sel telur juga ditujukan bagi mereka yang ingin hamil di usia 40-an atau sedang menghadapi penyakit kronis. Pengobatan penyakit kronis merusak ovarium dan dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil. Dalam situasi seperti itu, pembekuan sel telur dapat menjadi pilihan yang sangat baik. 

Bagaimana prosedur pembekuan sel telur?

Dalam pembekuan sel telur, sperma tidak diperlukan karena sel telur tidak dibuahi sebelum dibekukan. Namun dikatakan para ahli, setiap wanita harus melalui tiga prosedur:

Konsultasi. Wanita tersebut harus menjalani beberapa tes yang membantu mengevaluasi kondisi sel telur di ovarium dan faktor lain yang harus dipertimbangkan selama keseluruhan prosedur.

Stimulasi. Stimulasi ovarium diperlukan di mana hormon sintetis disuntikkan setiap hari untuk merangsang ovarium. Ovarium memiliki folikel kecil yang membantu telur tumbuh.

Pembekuan. Langkah ketiga adalah pengambilan dan pembekuan telur. Setelah telur matang, vagina dan ovarium ditusuk menggunakan jarum kecil untuk mengambil telurnya. Telur tersebut kemudian dibersihkan dan dibekukan di laboratorium.

Tidak ada faktor risiko dalam pembekuan telur dan seseorang dapat melanjutkan aktivitas normal dalam seminggu setelah pengambilan telur. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada hal ini, yaitu hindari hubungan seks tanpa kondom karena kemungkinan hamil tinggi. Lalu hubungi dokter jika terjadi demam tinggi, sakit perut dan pendarahan vagina.

(Foto: pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok