0 Poin
kelebihan berat

Pandemi Membuat Banyak Anak-anak Mengalami Kelebihan Berat Badan

Laporan tahunan “Stress in America” dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen orang dewasa mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan selama pandemi.

Sekarang, penelitian baru menemukan bahwa 30 persen orang tua melaporkan anak-anak mereka juga mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Berita ini mungkin tidak terlalu mengejutkan. Mengatasi stres kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 sangat sulit bagi kita semua, tanpa memandang usia.

Dr Kristin Saxena, seorang dokter anak bersertifikat dan ahli gizi di Omaha, Nebraska, mengatakan bahwa salah satu kontributor terbesar kenaikan berat badan untuk anak-anak selama pandemi, terutama selama penutupan sekolah, adalah kurangnya pola makan.

“Selama sekolah, anak-anak tidak memiliki akses konstan ke makanan dan makanan ringan, sedangkan mereka melakukannya di rumah, terutama jika mereka tidak diawasi oleh orang tua,” katanya.

"Hal ini dapat menyebabkan kecenderungan yang lebih besar untuk memakan makanan ringan dan mungkin minuman manis sepanjang hari daripada makan makanan terstruktur dan terencana atau hanya minum air di antara waktu makan," kata Saxena.

Ia mengatakan, selain pola makan yang tidak terstruktur, sebagian besar anak juga mengalami kurang olahraga selama pandemi. Tanpa kelas pendidikan jasmani, istirahat, dan olahraga terorganisir, mereka hanya memiliki lebih sedikit kesempatan untuk aktif.

Tetapi selain menjalani gaya hidup yang lebih pasif dan pola makan yang kurang terstruktur, dia menjelaskan mungkin ada alasan lain mengapa lebih banyak orang dewasa mengalami kenaikan berat badan daripada anak-anak.

“Anak-anak yang memiliki sedikit atau tanpa pengawasan di siang hari karena orang tua atau orang tua mereka harus bekerja di luar rumah, atau bahkan harus terlibat dalam pekerjaan sepanjang hari saat bekerja dari rumah, seringkali harus bertanggung jawab untuk memberi makan diri mereka sendiri sepanjang hari. ," dia berkata.

Saxena menambahkan bahwa anak-anak dalam situasi seperti ini mungkin lebih cenderung membuat keputusan makan yang buruk.

“Anak-anak yang sudah berisiko mengalami obesitas jelas memiliki risiko yang lebih besar,” jelasnya.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok