0 Poin
Bahaya Menunduk

Pakai Ponsel Tak Kenal Waktu, Waspada Bahaya Menunduk Ini!

Di zaman sekarang, ponsel sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang. Dari mulai hiburan, sumber informasi, hingga pekerjaan, semua memerlukan ponsel. Tak jarang hal ini membuat mata kita terus terpaku ke layar ponsel, dengan posisi leher dan kepala yang terus menunduk. Kira-kira jika terus seperti ini, adakah bahaya menunduk yang patut kita waspadai?

Ternyata, kondisi menunduk terus-menerus yang disebabkan akibat menatap layar ponsel terlalu lama disebut dengan text neck syndrome. Ini merupakan masalah kesehatan yang menyerang leher, bahu, hingga punggung bagian bawah. Terlalu sering dan lama menunduk untuk menatap layar ponsel merupakan penyebab utama dari kondisi ini.

Kecanduan gawai adalah hal yang tampak umum di masa sekarang ini. Tak heran, jika banyak orang yang mengeluhkan rasa sakit di bagian leher dan pundak. Bahkan, beberapa orang juga mengeluhkan nyeri dan otot kaku pada bagian punggung. Ini semua merupakan bentuk-bentuk umum dari bahaya menunduk terlalu sering.

Harvard Medical School memprediksi 7 dari 10 orang yang sering menunduk akibat menatap layar ponsel, pasti mengalami Text Neck Syndrome.

Tingkat keparahan dari sindrom ini juga ditentukan oleh derajat tundukan kepala. Saat dalam posisi normal, leher hanya menopang berat kepala sekitar 4,5 sampai 5,5 kilogram (kg). Namun ketika menunduk dengan kemiringan kepala 15 derajat, berat kepala bisa meningkat hingga lebih dari dua kali lepat, yakni menjadi 12 kg. Berat kepala yang harus ditopang oleh leher akan terus bertambah seiring dengan semakin tingginya derajat kemiringan kepala Anda.

Bahaya menunduk yang bisa menyebabkan text neck syndrome ini bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

  • Leher menjadi kaku, di mana Anda mungkin akan kesulitan untuk menggerakkan leher, terutama jika ingin menoleh ke kanan dan ke kiri.
  • Nyeri di area leher bagian bawah, yang terasa seperti ditusuk-tusuk.
  • Otot kaku, yang juga bisa terjadi di area leher.
  • Rasa sakit yang menjalar ke bagian tubuh lain, yakni bahu, punggung, hingga lengan.
  • Sakit kepala, kondisi ini juga bisa terjadi karena nyeri pada leher bisa memengaruhi saraf yang terhubung ke kepala, sehingga menyebabkan sakit kepala tegang.
  • Otot bahu terasa lemah dan kebas.

Lalu, apakah Anda harus benar-benar menghindari akitivitas dengan ponsel untuk bisa mencegah bahaya menunduk ini? Jika ponsel benar-benar dibutuhkan, khususnya jika terkait dengan pekerjaan Anda, maka Anda sebaiknya tidak perlu sampai menyetop pemakaian ponsel.

Cukup kurangi waktu yang Anda habiskan untuk menatap ponsel, misalnya, kendalikan waktu Anda bermain media sosial, jangan sampai terlena menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat berbagai konten di media sosial, sampai tidak sadar bahwa Anda sudah menunduk dalam waktu yang lama.

Hindari juga bermain gim di ponsel terlalu lama, ini bisa menyebabkan Anda terus-menerus menunduk dan mengalami berbagai gejala dari bahaya menunduk. Jika bermain gim sudah sangat menyita waktu Anda, maka sebaiknya segera hapus gim tersebut, sehingga Anda tidak lagi tergoda atau sampai kecanduan dalam bermain gim.

Jangan sepelekan bahaya menunduk yang menyebabkan text neck syndrome, karena jika kondisi ini dibiarkan terlalu parah bisa mengakibatkan komplikasi, berupa kerusakan otot dan saraf permanen, hingga berkurangnya kapasitas oksigen di paru-paru.

(Foto: offgridme.life)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok