0 Poin
Subvarian Omicron BN1

Muncul Lagi Subvarian Omicron BN1, Apakah Lebih Berbahaya?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menambahkan varian COVID-19 ke-16 ke dalam daftar pelacakan yang disebut sebagai varian BN.1.

Strain yang baru ini diperkirakan menginfeksi lebih dari 4% kasus di AS. Ini adalah turunan dari Omicron. Subvarian omicron BN1 adalah nama pendek untuk B.1.1.529.2.75.5.5.1. 

Varian baru ini juga merupakan turunan dari "stealth Omicron" BA.2, yang menjadi terkenal karena memberikan hasil yang membingungkan pada tes COVID berbasis laboratorium.

“Subvarian Omicron BN.1 memiliki potensi tinggi untuk menghindari kekebalan dari infeksi dan vaksinasi sebelumnya,” tulis Cornelius Roemer, ahli biologi komputasi di University of Basel di Swiss. 

Sejauh ini, konsentrasi subvarian Omicron BN.1 pertama kali diidentifikasi pada akhir Juli, telah ditemukan di AS, Inggris, Austria, Australia, dan India, menurut covid-lineages.org. 

BN.1 bergabung dengan barisan keturunan varian Omicron yang muncul yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menyalip varian BA.5 yang mendominasi kasus selama musim panas.

Namun sampai saat ini tidak ada bukti bahwa BN.1 atau salah satu subvarian baru menyebabkan risiko rawat inap atau kematian yang lebih tinggi.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok