0 Poin
Rasa lapar

Mudah Lapar, Hal Ini yang Perlu Jadi Perhatian

Rasa Lapar adalah hal yang lumrah bagi setiap manusia, kondisi ini dapat menghampiri Anda tak kenal waktu. Namun jika hal tersebut berulang dengan sering boleh jadi ada yang salah dengan diri Anda. 

“Beberapa keputusan untuk makan dalam sehari sebagian besar tidak didorong oleh lapar yang sebenarnya,” kata seorang pakar diet, Susan Albers. Mayoritas dari semua makan terkadang dipicu oleh emosi. Berikut adalah beberapa alasan utama Anda terus-menerus kelaparan

1. Makan Tidak Kenyang

Beberapa orang mengalahkan porsi makannya agar merasa sukses dalan diet, dan ini sebetulnya keliru. Berupaya ingin diet yang ada Anda akan mudah lapar  di jam-jam berikutnya. Susupi porsi harian Anda dengan makanan kaya serat seperti sayuran hijau dengan kepadatan tinggi dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal. Hal ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

2. Stres

Saat Anda stres, tubuh Anda meningkatkan hormon kortisol dan ghrelin, yang mana keduanya membuat Anda lapar. Para ahli diet menyebut jika stres membuat Anda berkeinginan memburu karbohidrat. Albers menekankan jika seseorang stres baiknya disibukkan dengan latihan relaksasi atau berjalan-jalan keliling ruangan daripada mencari camilan.

3. Terlalu Lelah

Ketika Anda kurang tidur nyenyak, tubuh menafsirkannya sebagai keadaan yang buruk karena hormon stres juga meningkat. Direkomendasikan agar jika Anda berada dalam kondisi kelelahan kronis, Anda harus memeriksanya dengan ke dokter untuk mengetahui apakah Anda menderita sleep apnea atau tidak. 

4. Nafsu Mata

Jika Anda menghabiskan hari dengan melihat-lihat postingan Instagram tentang makanan, hal ini membuat diri lapar mata.  Sebuah studi menemukan bahwa hanya dengan melihat gambar makanan dapat membuat otak Anda merasa lapar. Daripada melihat makanan dekaden sepanjang hari, carilah tagar yang dapat Anda ikuti dengan pilihan makanan sehat atau gerakan olahraga.

5. Anda Mungkin Resisten Insulin

Jika Anda benar-benar merasa lapar sepanjang waktu dan itu tidak terkait dengan salah satu alasan di atas  tanyakan segera kepada dokter. Boleh jadi Anda memiliki resistensi insulin, yakni suatu kondisi yang jika tidak ditangani, pada akhirnya dapat menyebabkan tipe-2 diabetes. Jika Anda resisten terhadap insulin, itu berarti sel Anda tidak bereaksi terhadap insulin seefisien yang seharusnya, sehingga pankreas harus memompa lebih banyak insulin daripada biasanya untuk membuat sel menyerap glukosa dan keinginan untuk makan terus.

6. Makan dengan Urutan yang Keliru

Studi tersebut menemukan bahwa ketika penderita diabetes makan protein dan sayuran sebelum mereka mengonsumsi karbohidrat sederhana, kadar insulin dan glukosa mereka secara signifikan lebih rendah setelah makan daripada saat mereka makan secara terbalik. Jika Anda makan makanan rendah glisemik terlebih dahulu, itu akan menjaga tingkat insulin Anda agar tidak melonjak dan Anda tidak akan terlalu lapar.

 

(Foto: dietdoctor)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok