0 Poin
Argumen

Menurut Penelitian, Utarakan Argumen Baik Bagi Kesehatan Mental

Jika Anda gemar utarakan keluh kesah dengan seseorang atau lawan bicara, ini adalah hal baik bagi Anda. Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa mengutarakan argumen dapat mengurangi respon yang bersifat emosional.

Saat berselisih dan mengindari argumen, sebagian orang merasa masalah tersebut telah usai dengan memilih tidak bertemu. Faktanya cara ini justru tidak menyelesaikan masalah sebenarnya.

"Setiap orang mengalami stres turunan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Anda sulit menghentikan hal-hal yang membuat stres terjadi. Tetapi sejauh mana Anda dapat mengikatnya, mengakhiri dan menyelesaikannya," kata salah seorang tim peneliti, peneliti Robert Stawski.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology tersebut, tim menggunakan data dari survei mendalam terhadap lebih dari 2.000 orang yang diwawancarai tentang perasaan dan pengalaman mereka selama delapan hari berturut-turut.

Para peneliti melihat laporan dari kelompok berargumen dan mengindari argumen, yang didefinisikan sebagai contoh di mana orang tersebut dapat berdebat tentang sesuatu tetapi memilih untuk membiarkannya agar tidak terjadi perselisihan.

Mereka kemudian mengukur bagaimana insiden tersebut memengaruhi perubahan emosi negatif dan positif yang dilaporkan orang tersebut, baik sejak hari pertama pertemuan maupun sehari setelah itu terjadi.

Ukuran bagaimana suatu pengalaman mempengaruhi seseorang secara emosional, peningkatan emosi negatif atau penurunan emosi positif, pada hari terjadinya dikenal sebagai "reaktivitas", sedangkan "residu" adalah beban emosional yang berkepanjangan sehari setelah pengalaman itu terjadi.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang merasa pertemuan mereka terselesaikan melaporkan kira-kira setengah dari reaktivitas mereka yang pertemuannya tidak benar-benar terselesaikan.

Pada akhirnya, orang-orang yang memilih menyelesaikan argumen menunjukkan hail yang mencolok. “Mereka merasa masalah tersebut telah terselesaikan. Pengaruh negatif pada mereka juga berkurang keesokan harinya,” Stawski menambahkan.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok