0 Poin
Vegan

Mau Coba Pola Makan Vegan? Kenali Manfaatnya

Pola makan vegan membuat seseorang harus menghindari konsumsi produk hewani, termasuk daging, susu, dan telur. Ketika seseorang mengikutinya dengan benar, pola makan vegan bisa sangat bergizi, mengurangi risiko penyakit kronis, dan membantu penurunan berat badan.

Saat ini, semakin banyak orang yang beralih ke pola makan vegan, karena memerhatikan kesehatan tubuh, kesejahteraan hewan, atau masalah lingkungan. Diet vegan cenderung kaya nutrisi dan rendah lemak jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa diet dapat meningkatkan kesehatan jantung, melindungi dari kanker, dan menurunkan risiko diabetes tipe-2.

Namun, seseorang yang mengikuti diet atau pola makan vegan perlu lebih sadar akan kurangnya nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh mereka, misalnya protein hewani, zat besi, kalsium, dan vitamin B-12, yang biasanya terkandung dalam produk hewani.

Perbedaan utama antara vegetarian dan vegan adalah, bahwa meskipun vegetarian tidak makan daging (termasuk sapi, ayam, babi, ikan, kambing, dan lain-lain), vegetarian masih mengonsumsi produk susu, telur, atau bahkan keduanya. Sementara pola makan vegan mengecualikan semua produk yang bersumber dari bahan-bahan hewani.

Seseorang yang memilih untuk menjalani gaya hidup vegan juga dapat menghindari pakaian, sabun, dan produk lain yang menggunakan atau mengandung bagian dari hewan, seperti kulit dan bulu hewan. Beberapa orang mengadopsi gaya hidup ini sebagai bentuk kepedulian dengan lingkungan.

Pola makan vegan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk:

Risiko lebih rendah untuk diabetes tipe-2

Menurut sebuah ulasan di tahun 2019, mengikuti pola makan vegan dapat mengurangi risiko diabetes tipe-2. Penelitian ini menghubungkan efek ini dengan konsumsi makanan sumber nabati yang sehat, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Penurunan berat badan

Seseorang yang menjalani diet vegan cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang masih mengonsumsi produk hewani. Penelitian di tahun 2015 melaporkan bahwa pola makan vegan lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibandingkan pola makan yang masih menganjurkan konsumsi produk hewani, semi-vegetarian, dan pesco-vegetarian.

Banyak makanan hewani yang tinggi lemak dan kalori, jadi menggantinya dengan mengonsumsi makanan nabati yang rendah kalori dapat membantu seseorang mengendalikan berat badan mereka.

Namun penting untuk dicatat, bahwa mengonsumsi makanan olahan atau makanan nabati yang berlemak tinggi juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Kesehatan jantung lebih baik

Diet vegan dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan beberapa cara. Sebuah studi di tahun 2019 telah menghubungkan asupan makanan nabati yang lebih tinggi dn asupan makanan hewani yang lebih rendah dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kematian pada orang dewasa.

Produk hewani, termasuk daging, susu, keju, mentega, dan lain-lain, adalah sumber makanan yang mengandung lemak jenuh. Menurut American Heart Association (AHA), mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Produk nabati umumnya tinggi serat, sehingga dapat membuat jantung lebih sehat. Sementara produk hewani sangat sedikit atau bahkan tidak mengandung serat sama sekali. Selain itu, orang-orang yang menjalani pola makan vegan sering kali mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada mereka yang tetap mengonsumsi produk hewani. Asupan kalori yang tinggi dapat menyebabkan naiknya BMI dan peningkatan risiko obesitas, yakni faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

(Foto: thebeet.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok