0 Poin

Mampukah Pola Makan atasi Depresi?

Sehat secara fisik itu penting, tapi sehat secara mental juga tak kalah penting. Bahkan apa yang Anda makan terkadang mampu mempengaruhinya. Penelitian di Australia baru-baru menemukan fakta bahwa jenis makanan yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda dapat membantu mengurangi gejala depresi.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One ini telah melibatkan 101 peserta yang memiliki gejala depresi sedang atau tinggi, mereka dan secara teratur mengonsumsi karbohidrat, gula, dan daging olahan. Dilansir Runners World, para peneliti tersebut meminta partisipan mengisi survei yang mengukur hal-hal seperti depresi, kecemasan, ingatan, motivasi, dan suasana hati, dan kemudian membaginya menjadi dua kelompok: satu yang tidak mengubah pola makan, satu lagi yang mengubahnya.

Mereka yang mengubah anjuran pola makan diinstruksikan untuk mengikuti diet gaya Mediterania selama tiga minggu, yang meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian, minyak zaitun, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan kunyit. Lalu peneliti melanjutkannya menjadi tiga bulan, mereka mendapati peserta yang mengubah pola makan dengan memasukkan buah, sayur, biji-bijian dan daging tanpa lemak melaporkan rasa tertekan, cemas, dan marah mereka menjadi berkurang.

Hasilnya 21 persen dari partisipan yang diminta mengubah pola makan memilih bertahan untuk meneruskannya di kehidupan sehari-hari setelah mempertimbangkan beberapa aspek. Sedangkan mereka yang tidak mengubah pola makan tetap berapa pada tingkat depresi dan kecemasan yang tidak terkontrol.

"Depresi adalah gangguan seluruh tubuh, bukan hanya gangguan otak," kata penulis utama studi dan dosen di departemen psikologi Universitas Macquarie di Sydney, Heather Francis. Menurut Francis, depresi juga dikaitkan dengan respons peradangan kronis, dan para peneliti sekarang semakin yakin bahwa pola makan yang buruk juga dapat meningkatkan peradangan sistemik.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan hubungan pola makan dan gejala depresi. Namun peserta dalam penelitian ini tidak membatasi asupan kalori atau jumlah makanan yang dimakan. Mereka hanya mengurangi makanan olahan dan, menambah buah, sayur, dan asupan ikan sebagai gantinya.

“Perlu dicatat bahwa setiap orang memiliki perbedaan, walaupun pola makan memiliki peran pada gejala depresi, tetaplah konsultasi pada ahli terkait kesehatan mental dan fisik Anda,” Francis menambahkan. 

(Foto: everydayhealth.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok