0 Poin
Disfungsi ereksi

Kenali Faktor Risiko Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (DE) merupakan gangguan seksual berupa kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. DE merupakan gangguan seksual yang paling umum pada pria. Namun, DE sering dianggap remeh dan dianggap tabu untuk dibicarakan.

Penyebab disfungsi ereksi dapat dibagi menjadi tiga golongan 1) organik, yaitu disebabkan oleh masalah pada organ seperti saraf dan pembuluh darah. Pada jenis ini disfungsi ereksi terjadi perlahan dan memberat 2) psikogenik, yaitu disebabkan oleh masalah psikososial, biasanya hal ini terjadi tiba-tiba dan situasional, sekitar sepertiga kasus DE merupakan DE psikogenik 3) gabungan antara psikogenik dan organik, biasanya ini diawali adanya masalah pada organ sehingga menyebabkan stres.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi, diantaranya adanya penyakit komorbid (penyakit jantung, diabetes melitus, gagal ginjal, kanker, masalah prostat), gaya hidup tidak sehat (merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi narkoba, obesitas), faktor psikologis (adanya depresi, trauma, cemas atau konflik keluarga), mengonsumsi obat-obatan (seperti obat antidepresan, antibiotik, obat hipertensi), dan faktor lingkungan (terpapar logam berat dan pestisida).

Disfungsi ereksi bisa menjadi alarm bagi tubuh bahwa terjadi gangguan pada dinding pembuluh darah. Pembuluh darah penis lebih kecil maka lebih rentan mengalami gangguan aliran darah akibat plak. Penyakit jantung harus dievaluasi pada pasien DE meski tidak ada keluhan. DE meningkatkan risiko penyakit jantung dan laju kematiannya sebesar 1.25-1.6 kali dan merupakan prediktor serangan jantung dalam 3-5 tahun.

Bagi pria yang mengalami keluhan ereksi berulang, persisten, menyebabkan gangguan, atau memiliki penyakit komorbid untuk segera berkonsultasi dengan dokter, karena semakin cepat semakin baik. 

Pasien akan dilakukan pemeriksaan secara komperhensif. Mulai dari anamnesis, mengisi kuesioner, pemeriksaan fisik dan laboratorium serta pemeriksaan spesifik lainnya. Terdapat berbagai modalitas terapi untuk mengatasi DE. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk memilih terapi yang tepat serta harus diingat pengobatan DE membutuhkan waktu dan tidak bisa instan.

Lakukan gaya hidup yang sehat dengan diet seimbang, mempertahankan BB ideal, berolahraga teratur, tidur teratur, hindari rokok dan alkohol, serta belajar untuk dapat mengelola stres dan emosi dengan baik. Gaya hidup sehat sangatlah bermakna dalam mencegah DE.

(Foto: DTAP Clinic)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok