0 Poin
Keracunan melatonin

Kasus Keracunan Melatonin Meningkat pada Anak-anak

AS melihat lonjakan besar dalam jumlah anak-anak yang menelan melatonin baik secara sengaja maupun tidak sengaja  selama dekade terakhir.

Studi antara 2012 dan 2021, melihat 260.435 konsumsi melatonin pediatrik dilaporkan ke Sistem Data Racun Nasional Asosiasi Pusat Pengendalian Racun Amerika meningkat 530% selama periode waktu itu. Sebagian besar dari konsumsi tersebut (94,3%) tidak disengaja, dan di antara anak-anak berusia 5 tahun atau lebih muda.

Melatonin adalah hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh, dan mengontrol siklus tidur-bangun, tetapi juga dijual bebas sebagai obat tidur untuk orang dewasa dan anak-anak. Melatonon juga tersedia dalam formulasi tablet, kapsul, cair. Penggunaannya antara 2016 dan 2020 di AS naik 150%.

"Melatonin telah menjadi alat bantu tidur yang banyak digunakan, mudah diakses, dan dijual bebas," kata toksikologi klinis, Natalie Rine.

Meskipun sebagian besar anak tidak menunjukkan gejala dan dapat ditangani di rumah, sekitar 4.555 anak mengalami hasil yang lebih serius; lima anak membutuhkan ventilasi mekanis, dan dua anak meninggal karena overdosis.

Gejala Keracunan Melatonin

Sebagian besar 82,8% anak yang menelan melatonin tidak memiliki gejala apa pun tetapi pada anak yang menunjukkan gejala setelah menelan melatonin, sistem gastrointestinal, kardiovaskular, atau saraf pusat terlibat.

"Keluhan paling umum yang kami lihat adalah anak-anak lebih lelah dan mereka ingin tidur," kata seorang dokter anak dari California, Daniel Ganjian.

Sebanyak 27.795 anak yang mengalami gejala dirawat di fasilitas kesehatan. Sebagian besar dipulangkan segera setelah itu, tetapi beberapa membutuhkan rawat inap lebih lanjut (14,7%) dan yang lain membutuhkan perawatan intensif (1%).

Secara keseluruhan, 4.555 anak-anak mengalami hasil yang lebih serius dari konsumsi melatonin dua di antaranya meninggal, dan lima di antaranya ditempatkan pada ventilator untuk membantu pernapasan mereka. Dalam kasus yang lebih parah ini, melatonin dapat memperlambat pernapasan dan fungsi paru-paru, serta menyebabkan kelainan metabolisme.

Apakah Melatonin Pernah Aman untuk Anak-Anak?

“Melatonin dapat aman untuk anak-anak dalam dosis yang lebih kecil, mulai dari 1-3 miligram,” kata dokter anak Ashanti Woods. Sedangkan pada dewasa harus berusaha untuk tetap di bawah 5 miligram melatonin per hari.

Masalah besar dengan melatonin dan suplemen lainnya adalah bahwa industri vitamin dan suplemen sebagian besar tidak diatur, yang berarti produk mungkin mengandung lebih banyak bahan atau bahan yang berbeda dari yang diiklankan. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa suplemen melatonin mungkin mengandung lebih banyak melatonin daripada yang disarankan.

Menjaga Anak Aman Dari Keracunan Melatonin

Tidak ada satu faktor pun yang berkontribusi terhadap peningkatan keracunan melatonin di antara anak-anak; sebagai gantinya, para peneliti mengatakan beberapa faktor berbeda mungkin berperan, termasuk lebih banyak waktu di rumah selama pandemi.

Pakar kesehatan masyarakat dan dokter anak sangat prihatin dengan bentuk melatonin yang kenyal dan dapat dikunyah, sebagai pemicu keracunan melatonin pada anak.  

Ada juga "persepsi tidak berbahaya" dengan suplemen seperti melatonin, yang dapat menyebabkan orang memberikan lebih dari dosis yang direkomendasikan untuk anak-anak mereka tanpa menyadari potensi bahaya.

Semua obat termasuk melatonin harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak, dan jika obat tidak dikemas dalam kemasan yang tahan anak, obat tersebut harus dipindahkan ke kemasan yang sulit dijangkau anak-anak.

(Foto: timesofindia)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok