0 Poin
Kapan Normalnya Anak Berhenti Mengompol?

Kapan Normalnya Anak Berhenti Mengompol?

Pasti repot ya harus mengganti sprei Kasur saat si kecil mengompol. Mengompol dalam dunia medis disebut dengan enuresis atau gangguan yang sering dijumpai pada anak. Biasanya anak dibawah usia 3 tahun masih sering mengompol. Dan, diatas usia 3 tahun umumnya sudah tidak lagi mengompol di siang hari. Lalu, kapan normalnya anak berhenti mengompol?

Pada bayi baru lahir sampai usia 1 bulan, frekuensi buang kecil normal dapat mencapai 20 kali dalam sehari. Seiring dengan bertambahnya usia maka frekuensi buang air kecil pun turut berkurang. Melansir dari IDAI, memasuki usia 4 tahu sekitar 30% anak masih mengompol, usia 5 tahun sekitar 10% dan usia 18 tahun sekitar 1% anak masih mengompol.

Mengompol pada anak dikatakan tidak normal bila mengompol terjadi terus menerus atau menetap di atas usia 5 tahun. Sebelum si kecil menginjak usia 5 tahun, mengompol masih dianggap normal. Kebiasaan mengompol biasanya membaik dengan bertambahnya usia. Mengompol pada anak tidak boleh dibiarkan, jika tidak mendapatkan penanganan yang benar dapat memberikan dampak buruk. Seperti terjadinya infeksi saluran kemih, menyebabkan stress dan kurang percaya diri.

Penyebab anak masih mengompol secara pasti sulit diketahui. Namun penyebabnya ini dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan berikut ini:

  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan struktur ginjal dan saluran kemih
  • Gangguan sistem saraf pada ginjal dan salurannya
  • Sembelit
  • Gangguan tidur atau sleep apnea
  • Gangguan psikologis

Si kecil yang mengompol setiap malam dapat disebabkan oleh gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, sleep apnea dan kecemasan. Produksi air kemih berlebihan di malam hari diakibatkan oleh hormone antidiuretic yang berkurang dan gangguan sistem saraf daerah kandung kemih.

Untuk mencegah si kecil mengompol, Anda dapat melatih kandung kemih atau bladder training yakni melatih otot dasar panggul untuk menahan buang air kecil. Anak dianjurkan untuk buang air kecil secara teratur tiap 2 jam sekali, menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein agar tidak merangsang si kecil kencing terus menerus. Serta memberikan minum yang cukup di siang hari, tidak minum menjelang tidur dan membiasakan buang air kecil secara teratur.

(Foto: children mercy)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok