0 Poin
Vaksin Covid-19

Kaitan Vaksin Covid-19 dengan Kesuburan Pria dan Wanita

Vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia beragam jenisnya. Semua vaksin yang digunakan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM sehingga aman digunakan oleh masyarakat umum. Namun, masih banyak yang mempertanyakan dampak vaksin Covid-19 apakah memengaruhi kesuburan pria dan wanita.

Bagi masyarakat yang belum vaksin tidak perlu ragu dan khawatir. Vaksin Covid-19 tidak menimbulkan masalah kesuburan pada laki-laki dan wanita. Belum ada bukti kalau vaksin Covid-19 timbulkan gangguan pada organ-organ reproduksi. Hal ini pun sudah dipertegas oleh pernyataan WHO bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan masalah kesuburan.

Begitu pun pada pasangan yang sedang melakukan program hamil atau promil. Pakar medis mengatakan tidak ada alasan biologis bahwa vaksin Covid-19 akan memengaruhi kesuburan. Beberapa penelitian telah membuktikan wanita tetap dapat hamil usai vaksin Covid-19. Dimana kelompok wanita yang menjadi partisipan adalah kelompok wanita yang telah vaksin dan suntik plasebo. Bahkan tidak ada anjuran untuk menunda kehamilan bagi wanita yang telah melakukan vaksin dan juga ibu menyusui.

Gangguan kesuburan merupakan kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan meskipun telah rutin melakukan hubungan intim selama setahun tanpa memakai alat kontrasepsi. Masalah kesuburan bisa dialami oleh pria dan wanita. Pada umumnya, gangguan kesuburan disebabkan oleh saluran telur 35 persen, gangguan sperma 35 sperma, gangguan pematangan telur 15 persen dan gangguan yang tidak bisa dijelaskan sekitar 10-15 persen.

Pada wanita, gangguan kesuburan terbagi dengan tiga proses penting yaitu anovulasi yang mencakup polycystic ovarian syndrome (PCOS), cadangan ovarium berkurang, gangguan fungsi hipotalamus dan gangguan hormon prolaktin. Adanya sumbatan saluran telur seperti infeksi pelvis, klamidia, endometriosis tuba dan riwayat operasi tuba dan gangguan bentuk rahim misalnya miom, polip dan kelainan bawaan.

Pada pria, gangguan kesuburan bisa dideteksi dengan melakukan analisis pada sperma meliputi jumlah, bentuk dan geraknya. Serta terkait DNA, varikokel, trauma, infeksi, kanker, penyakit kronis seperti diabetes, kelainan genetic dan gangguan hormon.

(Foto: bbc)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok