0 Poin
Makan daging

Jadi Kambing Hitam, Daging Sapi Ternyata Lebih Tinggi Kolestrol

Momen Idul Adha identik dengan mengonsumsi daging, baik daging sapi ataupun kambing. Namun tidak semua orang dapat menikmati daging kurban sapi atau kambing terkait dengan kolestrol. Sebenarnya daging kambing atau sapi kah yang lebih tinggi kolestrol?

Selama ini, masyakarat Indonesia memercayai bahwa daging kambing dapat memicu hipertensi atau kolestrol tinggi. Daging kambing selalu dijadikan kambing hitam sebagai pemicu kedua masalah kesehatan tersebut. Padahal nyatanya, daging kambing lebih sehat dibandingkan dengan daging sapi atau bahkan daging ayam.

Karena kandungan kolestrol pada daging kambil terhitung lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam. Kandungan kolestrol pada 100 gram daging kambing sekitar 57 mg. Sedangkan 100 gram dagung sapi atau ayam mengandung kadar kolestrol sebanyak 83-89 mg. Kolestrol sendiri dibagi menjadi dua, yakni kolestrol baik (HDL) dan kolestrol jahat (LDL). Kolestrol dalam tubuh dihasilkan oleh dua sumber yaitu sekitar 70% kolestrol diproduksi oleh tubuh sendiri, sisanya 30% diperoleh dari luar tubuh yaitu makanan.

Selain itu, kandungan lemak pada daging kambing lebih rendah dari daging sapi. 100 gram daging kambing mengandung sekitar 109 kalori. Kandungan pada 100 gram daging sapi mencapai 250 kalori. Seperti yang dilansir Live Strong, daging kambing bisa dikatakan lebih sehat ketimbang daging sapi dan ayam berdasarkan kandungan lemak jenuhnya. Lemak jenuh pada daging kambing sekitar 0,79 gran per sajian. Daging sapi maupun ayam, masing-masing mengandung 3,0 gram dan 1,7 gram lemak jenuh per sajian.

Sementara setiap orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 20 gram per hari. Dengan kata lain, satu porsi daging kambing telah memenuhi sekitar 4 persen dari nilai harian lemak jenuh. Meski begitu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi daging kambing secara berlebihan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah cara pengolahannya agar kualitas sumber protein hewani dari daging kambing tidak menurun.

(Foto: placenta practice)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok