0 Poin
Imunisasi

Imunisasi Dapat Cegah Munculnya Berbagai Penyakit

Cakupan imunisasi di Indonesia sejak pandemi COVID-19 menurun drastis. Bila hal ini dibiarkan terus-menerus memungkinkan terjadinya wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. 

Para ahli menjelaskan bahwa dengan cakupan imunisasi lengkap yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok, sehingga bila sudah banyak orang yang imunisasi maka akan membuat orang-orang disekitarnya yang belum imunisasi akan ikut terlindungi dari penyakit tersebut. 

Bila sekolah tatap muka dilakukan dan membuat adanya akumulasi anak yang belum di imunisasi lengkap, maka dapat meningkatkan resiko outbreak penyakit lain yang sebelumnya sudah dapat tertangani.

Seorang anak dapat dikatakan memiliki imunisasi lengkap jika mendapatkan imunisasi saat bayi, dibawah 2 tahun, dan saat sekolah. 

Sementara itu, data yang diperoleh Kementerian Kesehatan, sampai dengan saat ini jumlah Kabupaten/Kota yang mencapai target Imunisasi Dasar Lengkap lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember 2019. 

Strategi yang dapat dilakukan dalam penguatan imunisasi diantaranya adalah pelacakan bayi dan baduta yang belum lengkap status imunisasi, melakukan pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up), peningkatan kompetensi petugas agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi, mengupayakan agar kesadaran dan keinginan masyarakat meningkat untuk melakukan imunisasi, melakukan penguatan kerjasama layanan Kesehatan pemerintah dan swasta, serta penyediaan vaksin yang cukup dan tepat waktu. 

Pandemi COVID-19 juga menyebabkan disrupsi layanan imunisasi sehingga anak banyak yang tidak mendapatkan imunisasi dan menyebabkan mereka rentan terkena PD3I. 

Cakupan imunisasi DPT-HB- Hib 4 tahun 2020 sebesar 42,8% sedangkan cakupan Rubella/MR-2 sebesar 40,9%. Angka ini mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan cakupan signifkan terjadi pada Mei 2020. 

Pelayanan imunisasi mengalami disrupsi karena anjuran pemerintah untuk stay at home sebagai salah satu upaya untuk mencegah transmisi penyakit COVID-19. 

Vaksinasi rutin tetap terus dijalankan, bila imunisasi tidak dilaksanakan maka dapat menimbulkan masalah baru yaitu KLB Campak, Difteri, Polio. Imunisasi kejar pun harus dilakukan segera sesuai berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak, tujuannya untuk memberikan proteksi maksimal kepada anak. 

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok