0 Poin
ilustrasi brain mri

Gejala COVID-19 Ringan dapat Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature mengungkapkan bukti kuat bahwa infeksi COVID-19 ringan dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan penyimpangan neurologis lainnya.

Studi besar ini adalah yang pertama melibatkan pasien yang menjalani pemindaian otak sebelum dan sesudah tertular COVID-19, The New York Times mencatat. Penelitian ini melibatkan 785 peserta berusia 51 hingga 81 tahun.

"Kami cukup terkejut melihat perbedaan yang jelas di otak bahkan dengan infeksi ringan," ujar Gwenaëlle Douaud, profesor ilmu saraf di Universitas Oxford dan penulis utama studi tersebut.

Peneliti menemukan kerusakan jaringan otak, terutama di bagian yang berhubungan dengan indera penciuman. Semua peserta terlibat dalam dua pemindaian otak dengan jarak sekitar tiga tahun. 

“Peserta yang terinfeksi COVID menunjukkan lebih banyak penurunan kognitif,” ujar Ahli imunologi Yale School of Medicine Dr. Akiko Iwasaki melakukan penelitian pada bulan Januari untuk menemukan potensi efek jangka panjang dari COVID.

Mereka menemukan bahwa mereka yang mengalami gejala yang lebih ringan dari virus mungkin dapat mengalami kerusakan neurologis jangka panjang.

"Penelitian terbaru kami sebagian besar dilakukan pada model tikus COVID-19, di mana kami sengaja memberi tikus infeksi pernapasan ringan dengan SARS-CoV-2," kata Iwasaki. 

"Kami mengukur apa yang terjadi di otak tujuh hari dan tujuh minggu setelah infeksi. Dan apa yang kami temukan adalah bahkan dengan infeksi yang sangat ringan kami masih melihat beberapa kerusakan signifikan pada sel-sel otak," tambahnya.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok