0 Poin
Vaksin Sinovac

Efek Samping Vaksin Sinovac yang Perlu Diketahui

Vaksinasi di Indonesia telah berjalan. Salah satu vaksin yang digunakan adalah CoronaVac, vaksin besutan Sinovac Biotech Ltd, sebuah perusahaan farmasi asal Cina dengan kantor pusat di Beijing. Perusahaan ini memang berfokus secara khusus pada pengembangan dan pembuatan vaksin untuk penyakit menular yang terjadi pada manusia.

Vaksin CoronaVac dua dosis direkomendasikan untuk individu yang berusia 18 tahun ke atas. Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Autrhorization (EUA) untuk Coronavac dengan tingkat efikasi sebesar 65,3 persen. Dan kini, vaksin Sinovac telah divalidasi untuk Emergency Use Listing (EUL) oleh WHO sejak 1 Juni 2021. Pemberian validasi EUL dari WHO untuk CoronaVac ini mencakup tinjauan keamanan dan kemanjuran vaksin.

Efek samping vaksin CoronaVac

Sementara itu, data uji klinis fase 1 dan 2 untuk vaksin Sinovac yang diterbitkan di Lancet pada Februari 2021 mengungkapkan, adap beberapa efek samping yang dilaporkan oleh peserta uji coba vaksin.

Menurut data, efek samping yang paling umum dilaporkan dalam 28 hari dari penyuntikan vaksin dosis kedua adalah, nyeri pada area tubuh yang disuntik. Ini merupakan reaksi atau efek samping paling umum yang terjadi pada pemberian vaksin Covid-19, termasuk vaksin Sinopharm.

Efek samping lainnya termasuk kelelahan, diare, dan nyeri otot. Sebagian besar efek samping ini masih terbilang ringan, dan biasanya hanya berlangsung selama 2 hari. Selain itu, hasil penelitian juga mencatat bahwa kejadian efek samping demam pada peserta yang menerima CoronaVac, lebih rendah jika dibandingkan dengan peserta yang menerima vaksin Covid-19 lainnya, termasuk vaksin berbasis mRNA dari Moderna dan vaksin berbasis vektor virus yang dikembangkan oleh Oxford, yakni AstraZeneca dan Cansino.

Efek samping setelah mendapat suntikan vaksin merupakan kejadian yang normal dan umum. Tidak perlu panik, terlebih jika efek samping yang muncul masih terbilang ringan. Namun, apabila efek samping terjadi lebih dari 7 hari dan bahkan mengganggu aktivitas Anda, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Seseorang dengan riwayat anafilaksis terhadap salah satu bahan vaksin sebaiknya juga tidak menerima vaksin mengingat risiko tinggi yang bisa terjadi.

(Foto: news.cgtn.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok