0 Poin
cek antibodi vaksin

Cara Cek Antibodi Usai Vaksinasi Covid-19

Selain menerapkan protokol kesehatan pada setiap aktivitas, meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh atau imunitas sangat penting untuk mencegah penularan virus corona. Salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh yakni dengan vaksinasi covid-19.

Vaksin covid-19 dilakukan secara dua tahap penyuntikkan. Namun, saat menerima dosis vaksin antibodi igG (antibodi yang terbentuk pada kasus covid-19) dalam tubuh tidak langsung terbentuk. Antibodi akan terbentuk pada hari ke-12 dan hari ke-21 setelah menerima suntikan kedua. Cepat atau lamanya tubuh menghasilkan antibodi tergantung pada status imunitas seseorang.

Semakin rendah imunitas maka semakin lama antibodi tersebut terbentuk dan sebaliknya. Pada umumnya, orang yang masih berusia muda lebih cepat menciptakan antibodi. Perlu diketahui, seseorang masih berpotensi tertular virus corona ketika antibodi belum benar-benar terbentuk setelah vaksinasi.

Setelah suntikan kedua, kadar antibodi dalam tubuh akan di cek. Agar hasilnya akurat dan vaksin bekerja secara optimal, pengecekan antibodi ini dapat dilakukan sebulan setelah pemberian vaksin. Pengecekan antibodi bertujuan untuk mengetahui kadar antibodi yang ada dalam tubuh. Bukan untuk menilai apakah vaksin yang disuntikkan bekerja dengan baik atau tidak.

Pengecekan kadar antibodi ini dilakukan dengan tes serologi kuantitatif di laboratorium khusus. Kadar antibodi bisa dilihat dari jumlah titer antibodi yang terdapat dalam darah. Pengumpulan sampel tes kuantitatif serologi ini diambil dari darah vena dengan proses pemeriksaan selama 2 jam.

Selain itu, tes ini juga berguna untuk mengetahui apakah penyintas covid-19 dapat melindungi diri atau kemungkinan dapat terpapar virus kembali. Serta untuk terapi plasma konvaselen yakni sebagai pendonor (orang yang sudah sembuh dan dinyatakan negatif dari covid-19) untuk pasien corona.

Melalui twitter resmi WHO, Direktur Vaksin Imunisasi dan Biologi WHO Katherine O’Brien mengatakan belum mengetahui dengan pasti berapa lama imunitas yang dihasilkan oleh vaksin tersbeut dapat bertahan. Hingga saat ini, WHO masih memantau orang-orang yang telah menerima vaksin untuk mengetahui hal tersebut.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok