0 Poin
Bahaya Menghangatkan Nasi

Bahaya Menghangatkan Nasi, Mitos atau Fakta?

Saat hendak menanak nasi, kita pasti mengukur terlebih dahulu seberapa banyak beras yang dibutuhkan, sehingga nantinya, nasi bisa dimakan sampai habis dan tidak bersisa. Meski begitu, terkadang, tetap saja kita mendapatkan sisa kelebihan nasi yang belum termakan. Saat hal ini terjadi, kita biasanya akan menghangatkan kembali nasi yang tersisa sebelum akhirnya dimakan, namun, adakah bahaya menghangatkan nasi?

Faktanya, menghangatkan nasi bisa menyebabkan keracunan makanan. Namun ada fakta lain yang membuat Anda tidak perlu khawatir, yakni, Anda boleh saja menghangatkan kembali nasi yang tersisa, asal Anda tahu bagaimana cara menyimpan sisa nasi sebelum dihangatkan kembali.

Saat menyajikan nasi untuk dimakan, banyak orang menaruhnya di atas wadah mangkuk besar dan ditaruh di atas meja makan. Ini tidak apa-apa dilakukan, jika nasi yang tersaji bisa langsung habis saat masih hangat. Namun, apabila nasi sudah terlanjur dingin dan Anda ingin memanaskannya kembali, maka ini yang harus Anda khawatirkan.

Saat belum dimasak, beras mentah mengandung bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini bisa tetap bertahan hidup, meski nasi sudah dimasak dan sudah matang. Jika nasi yang sudah matang dibiarkan mendingin di suhu ruangan, bakteri bisa berkembang biak dan menghasilkan racun, sehingga menjadi penyebab keracunan makanan.

Semakin lama nasi didiamkan hingga dingin sebelum kemudian dihangatkan kembali, maka akan semakin banyak racun yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri tersebut. Ini membuat nasi sudah tidak aman lagi untuk dikonsumsi.

Bagaimana jika dihangatkan? Bakteri tetap tidak akan mati, meski sudah menjalani proses masak dengan suhu tinggi.

Untuk itu, Anda tidak disarankan untuk memanaskan nasi selama berulang-ulang kali, karena ini artinya, Anda berulang kali pula mendiamkan nasi dalam suhu ruangan sebelum akhirnya dihangatkan kembali. 

Bayangkan, seberapa banyak bakteri akan berkembang jika nasi terus dibiarkan mendingin dan kemudian dihangatkan kembali?

Saat Anda mengalami keracunan makanan akibat infeksi bakteri Bacillus cereus, biasanya Anda akan mengalami gejala demam, muntah-muntah, atau diare sekitar 1 hingga 5 jam setelah menyantap nasi yang sudah terkontaminasi tersebut. Meski begitu, gejalanya relatif ringan, dan biasanya hanya berlangsung sekitar 24 jam atau seharian.

Lalu, bagaimana cara menyimpan nasi yang aman?

Meski sebaiknya nasi langsung dihabiskan, tapi jika masih ada nasi tersisa, maka jangan biarkan nasi mendingin di suhu ruangan dalam keadaan terbuka selama lebih dari 1 jam.

Cepat taruh sisa nasi ke dalam wadah makanan kedap udara, tutup yang rapat, dan simpan ke dalam lemari es.

Anda bisa memanaskan nasi kembali jika ingin dimakan, tapi, jangan biarkan nasi tersimpan di lemari es selama lebih dari 1 hari.

(Foto: sogo.com.hk)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok