0 Poin
susu kental manis

Awas! Susu Kental Manis Bukan Menjadi Pengganti ASI

Kebiasaan mengkonsumsi susu kental manis (SKM) sebagai pengganti susu kerap ditemui di tengah masyarakat Indonesia. Padahal susu kental manis bukan untuk pengganti susu dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Dalam sosialisasi dan edukasi mengenai susu kental manis yang dilakukan oleh Badan POM, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengingatkan bahwa susu kental manis bukanlah pengganti susu, apalagi Air Susu Ibu (ASI).

"Susu kental manis tidak boleh diberikan untuk bayi sampai usia 12 bulan," tegas Kepala Badan POM.

Penny menegaskan, produsen susu kental manis diwajibkan untuk mencantumkan label peringatan bahwa produk tersebut bukan untuk pengganti ASI dan tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan.

Ketentuan tersebut diatur pada Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang telah diberlakukan sejak 19 April 2021. 

"Label dan iklan produk susu kental manis yang tidak tepat, berisiko menimbulkan mispersepsi penggunaan susu kental manis, serta mengakibatkan pemenuhan gizi yang tidak memadai terhadap tumbuh kembang anak," sambung Penny.

Susu kental manis kerap dikaitkan sebagai faktor penyebab kurang gizi stunting dan underweight (tubuh pendek dan berat badan kurang) pada anak. 

Pakar Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Rimbawan mengungkap studi analisis hubungan konsumsi susu kental manis dengan status gizi dan kesehatan masih sangat terbatas, sehingga perlu penelitian yang lebih mendalam.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok