0 Poin
Polusi udara

Apakah Polusi Udara Juga Sebabkan Kanker Paru-Paru?

Jakarta menempati 10 besar kota dengan tingkat kualitas udara paling buruk sedunia. Polusi udara yang  buruk menempatkan manusia yang sehat pada risiko besar dalam hal kesehatan paru-paru. Lantas apakah juga mengembangkan kanker paru-paru?

Dr Chandragouda D, Direktur dan HOD Medical Oncology, Akash Hospital, Delhi mengatakan “Kanker paru-paru adalah kanker yang paling sering didiagnosis di dunia dan sebagian besar disebabkan oleh merokok tembakau, tetapi bisa juga karena kualitas udara,” kata ahli kanker dari Akash Hospital, Chandragouda D.

Lebih lanjut dr. Chandra mengatakan bahwa tingkat polusi udara yang tinggi memicu perkembangan penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan bronkitis akut; bahkan dikalangan non perokok.

PPOK adalah istilah kolektif untuk sekelompok kondisi yang merusak jaringan di paru-paru dan saluran udara dan kerusakan ini mempengaruhi aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru sehingga membuat sulit bernapas.

Kanker paru-paru adalah penyakit serius dan berpotensi mematikan yang memengaruhi kemampuan bernapas seseorang. Dengan kualitas udara yang terganggu baik di dalam maupun di luar ruangan, hal itu berdampak langsung pada kesehatan anak-anak, ibu hamil, dan lansia karena sistem kekebalan mereka rapuh.

Jika seseorang mengalami sesak yang panjang bersamaan dengan kesulitan bernapas dan merasakan batuk terus menerus, nyeri dada dan sesak nafas, segera konsultasikan dengan dokter melalui layaan aplikasi YesDok.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, berikut sedikit langkah demi mengubah gaya hidup yang lebih baik.

  • Kurangi polusi dalam ruangan
  • Berhenti merokok
  • Pakai masker N95 saat melangkah area yang buruk
  • Beralih ke pola makan sehat untuk memperkuat sistem kekebalan Anda
  • Jaga kebersihan saluran hidung dengan uap dan lakukan latihan pernapasan secara teratur
  • Periksa kualitas udara sebelum dan keluar rumah

Pandemi menciptakan lebih banyak tantangan bagi pasien kanker karena kekebalan mereka sudah terganggu. Sebagaimana kita tahu Covid-19 juga menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. “Jadi, apapun yang membahayakan paru-paru pikirkan dengan bijak,” Chandragouda menambahkan.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok