0 Poin
Seorang perempuan terkena serangan jantung.

Apakah Nyeri di Dada Selama Berolahraga Normal Atau Berbahaya?

Setiap orang pasti pernah mengalami rasa sakit di dada mereka selama berolahraga. Banyak penyebab potensial berkisar dari jinak hingga yang berpotensi mengancam jiwa.

Orang yang berolahraga secara teratur harus mengenali gejala-gejala yang dapat menyertai nyeri dada ketika masalah mendasarnya serius.

Penyebab

Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika arteri koroner tersumbat. Penyumbatan menyebabkan jantung kehilangan oksigen. Jika seseorang tidak menerima perawatan, otot jantung bisa mati.

Serangan jantung dapat menyebabkan rasa sakit di rahang, punggung, dada, dan bagian tubuh bagian atas lainnya. Rasa sakitnya bisa hilang dan kembali, atau bisa berlangsung lebih dari beberapa menit.

Gejala lain dari serangan jantung termasuk:

  • Tekanan atau rasa sakit di dada

  • Berkeringat

  • Mual

  • Pusing

  • Kegelisahan

  • Sesak napas

Asma

Asma adalah kondisi umum yang memengaruhi saluran udara di paru-paru.

Penderita asma mengalami peradangan saluran udara yang mengencang sebagai respons terhadap pemicu, termasuk olahraga. Istilah medis untuk ini adalah bronkokonstriksi yang disebabkan oleh olahraga.

Kardiomiopati hipertrofik (HCM)

HCM terjadi ketika sel-sel otot jantung membesar, menyebabkan dinding ventrikel menebal.

HCM juga dapat terjadi jika dinding yang membagi sisi kiri dan kanan jantung tumbuh dan memberi tekanan pada ventrikel.

Angina pectoris

Angina pectoris, atau angina, adalah rasa sakit yang berasal dari hati. Penyebab utama angina adalah kurangnya aliran darah ke daerah tersebut. Ketika ini terjadi, seseorang mungkin merasakan sesak, sakit, atau tekanan di dada mereka.

Beberapa gejala tambahan angina termasuk:

  • Sesak di lengan atau rahang

  • Sesak napas

  • Kelelahan

  • Mual

Kapan harus ke dokter?

Bicaralah dengan dokter tentang nyeri dada yang memperburuk. Dokter dapat membantu menentukan penyebab yang mendasari dan merekomendasikan rencana perawatan, yang mungkin termasuk perubahan gaya hidup.

Carilah perawatan medis darurat untuk setiap gejala serangan jantung. Nyeri dada adalah gejala yang paling umum, dan gejala lain tertentu, seperti mual, lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Pencegahan

Tidak semua nyeri dada bisa dicegah. Namun, ada beberapa kiat untuk mencegah beberapa penyebab nyeri dada, seperti serangan jantung, atau asma.

Seseorang mungkin dapat mencegah nyeri dada dengan:

  • Makan diet seimbang

  • Berolahraga secara teratur

  • Menghindari asap tembakau dan alkohol

  • Mengelola tekanan darah tinggi dengan obat-obatan

  • Menghindari aktivitas yang meningkatkan risiko cedera fisik

(Foto: heart.org)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok