0 Poin
Disabilitas Intelektual

Apa Itu Disabilitas Intelektual? Ini Tanda-Tandanya pada Anak

Apa itu disabilitas intelektual? Disabilitas intelektual adalah suatu disfungsi atau keterbatasan fungsi intelektual di bawah rata-rata, dan kurangnya keterampilan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Disabilitas intelektual atau yang juga dikenal dengan keterbelakangan mental, adalah kondisi yang ditandai dengan kecerdasan atau kemampuan mental di bawah rata-rata. Biasanya, seseorang dengan kondisi ini akan mempelajari keterampilan baru dengan cara yang sangat lambat dibandingkan dengan orang-orang lainnya.

Selain memiliki keterbatasan pada fungsi intelektual, penyandang disabilitas ini juga memiliki keterbatasan dalam kemampuan untuk beradaptasi, sehingga menyebabkan terjadinya keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi, merawat diri, kehidupan sosial, keterampilan sosial, keterlibatan dalam komunitas, akademik, kemampuan bekerja, dan menjaga kesehatan diri.

American Psychological Association (APA) membuat klasifikasi penyandang disabilitas intelektual berdasarkan tingkat kecerdasan atau skor IQ, yakni:

  • Disabilitas intelektual ringan, dengan skor IQ 55–70
  • Disabilitas intelektual sedang, dengan skor IQ 40–55
  • Disabilitas intelektual berat, dengan skor IQ 25–40
  • Disabilitas intelektual sangat berat, dengan skor IQ < 25

Kondisi disabilitas intelektual adalah salah satu cacat perkembangan yang cukup sering terjadi pada anak. Untuk itu, orang tua sangat perlu mengenali tanda-tanda disabilitas intelektual pada anaknya, sehingga bisa mengambil langkah lanjutan untuk memungkinkan anak dengan disabilitas intelektual untuk terus berkembang dengan baik.

Beberapa tanda disabilitas intelektual paling umum yang terjadi pada anak adalah:

Perkembangan yang terlambat

Anak-anak dengan kondisi disabilitas intelektual biasanya mengalami keterlambatan perkembangan, di awal-awal masa kehidupannya. Misalnya anak terlambat untuk bisa duduk, merangkak, atau berjalan, jika dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Akan tetapi patut untuk diingat juga, bahwa tak semua anak yang mengalami keterlambatan perkembangan memiliki kondisi disabilitas intelektual.

Mengalami keterlambatan berbicara

Seorang anak dengan disabilitas intelektual mungkin juga akan mengalami keterlambatan berbicara, atau anak mengalami kesulitan dalam berbicara.

Memiliki masalah dan perilakunya

Masalah perilaku juga sering ditunjukkan pada anak-anak yang memiliki kondisi disabilitas intelektual. Misalnya, anak bisa lebih sering mengalami tantrum dan emosi yang meledak-ledak.

Lambat menguasai keterampilan dasar

Memang, setiap anak mengalami perkembangan yang berbeda-beda, namun umumnya, anak-anak sudah bisa mandiri pada usia-usia tertentu. Lain hal dengan anak dengan disabilitas intelektual, yang kesulitan untuk mempelajari keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, seperti berpakaian, mandi,makan, dan lain-lain. Ini membuat anak terus membutuhkan bantuan orang lain, meski sudah beranjak dewasa.

Kesulitan dalam belajar

Tak hanya kesulitan menguasai keterampilan dasar, anak dengan disabilitas intelektual juga kesulitan untuk bisa memahami dan menangkap pembelajaran di sekolah. Ini karena mereka mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu, berpikir logis, dan memecahkan masalah.

(Foto: understood.org)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok