0 Poin
Sleep apnea

Adakah Hubungan antara Sleep Apnea dengan Disfungsi Ereksi?

Orang yang mengalami sleep apnea akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tidur tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena perubahan kadar testosteron dalam tubuh.

Sleep apnea obstruktif terjadi ketika saluran udara tersumbat pada malam hari dan mengganggu tidur seseorang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain itu, sleep apnea sebetulnya dapat diobati, tergantung dari penyebabnya.

Sementara disfungsi ereksi (DE) adalah saat seseorang mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi untuk waktu yang cukup lama guna melakukan hubungan seksual. DE bisa menjadi salah satu gejala dari sleep apnea.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar setengah orang dengan sleep apnea juga mengalami DE. Ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan massa tubuh yang lebih tinggi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa angka ini mungkin lebih tinggi. Sebagai contoh, satu penelitian terhadap 401 peserta menemukan bahwa 92% peserta menderita sleep apnea, dan 69% dari peserta yang sleep apnea juga mengalami DE.

Hubungan antara keduanya mungkin terjadi akibat kadar testosteron. Orang dengan sleep apnea cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Sementara testosteron merupakan hormon penting yang berhubungan dengan aktivitas seksual.

Baik sleep apnea maupun DE memiliki beberapa kemungkinan penyebab.

Penyebab sleep apnea

Sleep apnea obstruktif terjadi ketika otot-otot di tenggorokan tidak dapat menjaga saluran udara untuk tetap terbuka selama tidur. Sleep apnea sentral adalah saat otak tidak mengontrol pernapasan dengan benar selama tidur. Saluran udara yang menjadi terlalu sempit menyebabkan sebagian besar kasus sleep apnea. Ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

  • Memiliki leher yang besar
  • Mengalami obesitas
  • Memiliki anggota keluarga lain dengan kondisi sleep apnea
  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Memiliki amandel yang besar
  • Tidur telentang
  • Memiliki rahang kecil

Penyebab disfungsi ereksi

Tidak dapat mempertahankan ereksi atau bahkan tidak bisa ereksi dapat terjadi akibat stres, kelelahan, atau terlalu banyak minum alkohol. Namun, bila kondisi ini terlalu sering terjadi, mungkin ada penyebab fisik atau emosional yang mendasarinya.

Penyebab DE umumnya berkaitan dengan masalah aliran darah ke penis, suplai saraf, atau hormon. Ini bisa disebabkan oleh faktor fisik, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Merokok
  • Gangguan hormonal, seperti masalah tiroid
  • Konsumsi obat, seperti antidepresan

Selain itu, gangguan mental terkadang juga bisa menyebabkan DE, seperti depresi.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok